Senin, 30 Mei 2011
Danau Singkarak
BERKUNJUNG ke Sumatera Barat belum lengkap rasanya tanpa menyempatkan ke Danau Singkarak. Daerah dengan hamparan pasir yang landai mengundang Anda untuk bercumbu dengan riaknya air danau yang terasa dingin menjilat jemari lembut Anda. Benar-benar pesona yang tidak akan terlupakan.
Anda layangkan pandangan ke arah jalan raya, terlihat jajaran pohon yang menghijau di sepanjang pinggiran danau. Di samping indah, Danau Singkarak juga cocok digunakan sebagai tempat olahraga (sport tourism) seperti di darat bisa untuk jalan santai, jogging, ataupun senam.
Di danau untuk olahraga berenang, fishing, dayung dan olahraga udara, seperti paragliding, terjun bebas, parasailing, atau paralayang yang melayang di udara bebas dengan pemandangan yang indah.
Selain pemandangan yang indah, Danau Singkarak juga memiliki keistimewaan yang lebih dibandingkan danau lainnya di dunia. Berbagai jenis ikan hidup pada danau air tawar itu.
Setidaknya, saat ini ada 19 jenis ikan, seperti ikan asang, piyek, balingka, baung, dan ikan sasau, yang konon dapat mencapai ukuran berat hingga 8 kilogram. Juga ada spesies ikan langka yang mungkin hanya satu-satunya di dunia. Spesies ini bernama ikan bilih (Mystacoleucus Padangensis).
Ikan bilih hanya ada satu-satunya di Danau Singkarak. Ikan yang terkenal gurih ini akan menjadi oleh-oleh tidak terlupakan. Bagi warga sekitar, ikan ini menjadi sumber mata pencarian.
Namun karena ikannya makin langka, harganya pun lumayan bervariasi. Para nelayan di Danau Singkarak, ikan itu dijual dengan harga Rp15 ribu per kilogram. Akan tetapi, kalau sudah masuk ke pasar, harganya meningkat menjadi Rp50 ribu per kilogram.
Bila sudah lelah bercumbu dengan air danau dan lapar datang, Anda tidak akan kesulitan mencari makan-makan khas danau Singkarak, baik itu pangek sasau yang terkenal enak, maupun goreng bilih yang tersedia di warung-warung makan di sekitar Danau Singkarak.
Tetapi bila Anda membawa bekal dari rumah, tinggal membentangkan tikar dan menikmati makanan tentu akan terasa lebih nikmat, makan di pinggir danau berair jernih ditemani ikan-ikan bilih yang berenang sesuka hati serta riak-riak kecil air.
Bagi Anda yang membawa anak-anak untuk berwisata ke Danau Singkarak disarankan tidak berhenti di sepanjang jalan di pinggir danau, tetapi mengunjugi objek wisata Tanjung Mutiara yang terdapat di Batu Taba Kecamatan Batipuh Selatan. Tanpa mengurangi keindahan alam yang memesona, Anda dan keluarga dapat bermain air dengan tenang dan nyaman.
Sementara bagi penyuka olahraga sepeda, dapat mengelilingi Danau Singkarak sambil menikmati keindahan pemandangan yang begitu memesona; hamparan sawah, nyiur melambai, nelayan dan kesibukannya mencari ikan, dapat Anda saksikan di sepanjang jalan yang melingkari danau tersebut.
Untuk mencapai danau seluas 129.70 kilometer persegi ini sangatlah mudah, baik dengan mengunakan angkutan umum maupun pribadi. Dari bandara internasional Minangkabau hanya ditempuh waktu dua jam perjalanan dan tarif angkutan sebesar Rp35 ribu. Harga yang cukup murah untuk suatu keindahan tiada tara persembahan wisata alam Tanah Datar.
Sabtu, 28 Mei 2011
Tangkuban Perahu
Gunung Tangkuban Perahu terletak sekitar 30 km di utara Kota Bandung. Tempat indah ini terletak di daerah Lembang, kurang lebih 30 menit dari Bandung menggunakan kendaraan bermotor.Gunung Tangkuban Parahu mempunyai ketinggian setinggi 2.084 meter. Gunung ini menjadi salah satu daerah tujuan wisata yang menarik di Jawa Barat. Lingkungan alamnya yang sejuk, dan sumber mata air panas di kaki-kaki gunungnya. Deretan kawah yang memanjang, menjadi daya tarik tersendiri.Tangkuban Perahu sebenarnya adalah gunung berapi. Dinamakan tangkuban perahu karena bentuknya yang menyerupai kapal yang terbalik.

Nama Tangkuban Perahu sendiri sangat lekat dengan sebuah legenda tanah Sunda yang sangat terkenal, yaitu Sangkuriang. Gunung Tangkuban Perahu yang dari kejauhan tampak seperti perahu terbalik, konon diakibatkan oleh kesaktian Sangkuriang yang gagal meyelesaikan tugasnya dalam membuat perahu dalam waktu semalam untuk menikahi Dayang Sumbi yang tak lain adalah ibu kandungnya sendiri. Karena begitu kesalnya tidak dapat menyelesaikan pembuatan perahu tersebut, akhirnya Sangkuriang menendang perahu yang belum jadi tersebut. Legenda diataslah yang menjadi kaitan erat dalam penamaan gunung Tangkuban Perahu.Pesona gunung Tangkuban Perahu ini begitu mengagumkan, bahkan, pada saat cuaca cerah, lekukan tanah pada dinding kawah dapat terlihat dengan jelas, sangat kontras dengan hijaunya pepohonan di sekitar gunung tersebut. Tidak hanya itu, dasar kawah pun dapat kita nikmati keindahannya yang sangat mengagumkan. Keindahan alam inilah yang menjadikan Tangkuban Perahu menjadi salah satu tempat wisata alam andalan Propinsi Jawa Barat, khususnya Bandung.
Jalan menuju Tangkuban perahu, dikiri kanan jalan anda akan melihat hamparan hijaunya kebun teh dan juga barisan pohon-pohon pinus. Namanya juga gunung, sudah pasti setiap saat udaranya sejuk banget. Karena Tangkuban perahu merupakan gunung merapi yang masih aktif sampai saat ini, maka dari dulu sudah banyak terjadi letusan yang meninggalkan kawah sisa letusannya. Saat ini Kawah-kawah tersebut sudah dijadikan tempat wisata.Kawah-kawah tersebut antara lain Kawah Ratu, Upas, Domas, Baru, Jurig, Badak, Jurian, Siluman dan Pangguyungan Badak. Di antara kawah-kawah tersebut, Kawah Ratu merupakan kawah yang terbesar, dikuti dengan Kawah Upas yang terletak bersebelahan dengan kawah Ratu. Beberapa kawah mengeluarkan bau asap belerang, bahkan ada kawah yang dilarang untuk dituruni, karena bau asapnya mengandung racun.
Jikalau anda berkunjung ke Bandung, luangkan waktu anda mengunjungi tangkuban perahu. Udara yang sejuk, pemandangan yang indah, semuanya akan membuat anda puas. Mengunjungi tangkuban perahu berarti anda telah menikmati wisata alam, wisata lagenda, dan juga wisata belanja. Karena di kawasan gunung ini banyak kita jumpai pedagang-pedagang yang menjual berbagai macam sauvenir, makanan, dll. Di bibir kawah gunung ini anda juga bisa berjalan-jalan dengan menunggangi kuda sewaan, yang semuanya akan menambah kepuasaan anda berwisata. Datang dan Nikmati..!!!
Kawah Putih
Kawah Putih terletak di daerah Selatan Kota Bandung, berjarak 46 km atau 2,5 jam dari Kota Bandung sampai pintu gerbang menuju lokasi kawah.Daripintu masuk hingga ke kawah jaraknya sekitar 5 km atau bisa ditempuh sekitar 20 menit. Melalui jalan beraspal yang berkelok-kelok dengan pemandangan hutan alam dengan aneka ragam species tanaman. Kawah putih terletak di sebuah gunung yang bernama Gunung Patuha.Dahulu kala,masyarakat menganggap kawah ini kawasan yang angker karena banyak burung mati seketika melewati kawah ini.
Kepercayaan inipun lantas dibantah,ketika pada tahun 1837 seorang ilmuwan Belanda Jerman Dr. Franz Wilhelm Junghun yang juga seorang pengusaha perkebunan Belanda yang mencintai kelestarian alam melakukan penelitian dan menemukan bahwa keangkeran tersebut tidak lain disebabkan oleh adanya semburan lava belerang yang berbau sangat menyengat.Namun saat ditemukannya fakta tersebut masyarakat belum tertarik menjadikan tempat ini sebagai objek wisata. Baru setelah PT Perhutani mengembangkan tahun 1987, kawasan kawah putih dijadikan sebuah objek wisata di Jawa Barat. Air kawah di gunung ini selain warna airnya yang terang dan juga selalu berubah2. Inilah yang pada akhirnya menjadi daya tarik tersendiri. permukaan kawah umumnya berbatu dan berpasir warna putih,sehingga kawah ini kemudian dikenal sebagai kawah putih. Beberapa peneliti mengatakan bahwa gunung patuha masih aktif, sehingga ditemukan beberapa pancaran kawah yang masih bergejolak. Didekat tempat ini pula ditemukan sebuah goa sedalam 5 meter yang pernah dipakai sebagai tambang belerang. tak heran jika beberapa kawah tiba2 beruap banyak, dan pengunjung didapati terbatuk2 akibat menghirup hawa belerang yang berbau sangat tajam.
Keindahan danau Kawah Putih, memang sangat mempesona dan menakjubkan. Ditambah lagi suhunya yang sejuk banget sepanjang hari (bersuhu sekitar 8-22 derajat celcius). Mungkin karena kawah ini terletak di gunung yang memiliki ketinggian sekitar 2.434m diatas permukaan laut. Bahkan, jika sudah mengetahui keajaiban alamnya, pasti akan mengatakan tak ada kawah yang seindah Kawah Putih. Karena keindahan alamnya, Kawah Putih sering dijadikan tempat Photo prawedding (sangat banyak), syuting film dan sinetron. Bahkan sekarang ini di Bandung dan kota2 sekitarnya juga, jikalau ada yang mau photo prawedding, kawah putih akan selalu menjadi pilihan utama. Keindahan kawah putih memang susah diungkapkan dengan kata2. Datang dan nikmati sendiri dech..Dijamin anda pasti terkagum-kagum. Bahkan ada beberapa artikel tentang kawah putih yang pernah saya baca di internet, mengandaikan keindahan kawah putih itu "Seperti Surga yang tercecer" [Luar biasa ya..!!].
Dalam perjalanan menuju kawah, kita akan melewati objek yang menarik seperti rel kereta tua, sawah yang menguning, kebun teh yang hijau dan luas dan hutan pinus. Searah dengan jalur kawah putih anda bisa meneruskan perjalanan ke
Situ Patengan atau berkemah ke Ranca Upas, yang juga merupakan tempat penangkaran rusa, atau berenang di kolam renang airpanas ciwalini. Jalan dari jalan raya Ciwidey hingga ke areal parkir di dekat kawah, memang sedikit rusak, tapi itu tidak menyurutkan niat pengunjung Kawah Putih untuk datang kesana. Dari hari ke hari pengunjungnya terus berjubeldan bertambah banyak. Mungkin karena asik jalan2 tidak terasa sudah malam, jangan takut, disini banyak tersedia penginapan yang bisa anda sewa untuk menginap. Pergi atau pulang dari kawah putih jangan lupa singgah di perkebunan strawberry di kawasan Rancabali.Disana anda bisa memetik sendiri buahnya tuk dibawa pulang.
Situ Patengan atau berkemah ke Ranca Upas, yang juga merupakan tempat penangkaran rusa, atau berenang di kolam renang airpanas ciwalini. Jalan dari jalan raya Ciwidey hingga ke areal parkir di dekat kawah, memang sedikit rusak, tapi itu tidak menyurutkan niat pengunjung Kawah Putih untuk datang kesana. Dari hari ke hari pengunjungnya terus berjubeldan bertambah banyak. Mungkin karena asik jalan2 tidak terasa sudah malam, jangan takut, disini banyak tersedia penginapan yang bisa anda sewa untuk menginap. Pergi atau pulang dari kawah putih jangan lupa singgah di perkebunan strawberry di kawasan Rancabali.Disana anda bisa memetik sendiri buahnya tuk dibawa pulang.
Penasaran kan?? makanya, bila sedang mengunjungi Bandung, atur waktu anda dan cobalah mampir di Kawah Putih. Dijamin akan menjadi perjalanan yang memuaskan.
Situ Patenggang
Situ Patengan (atau Patenggang) di Ciwidey, Bandung Selatan, dapat dijadikan salah satu pilihan destinasi akhir pekan bagi Anda yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya. Jaraknya, 185 km dari Jakarta melalui tol Cipularang.
Terletak di ketinggian sekitar 1600 m di atas permukaan laut, danau ini dikelilingi kebun teh Rancabali. Anda tidak hanya dapat menyaksikan danau yang tenang, tapi juga menikmati hijaunya kebun teh dengan topografi memesona.
Nama danau ini berasal dari kata pateang-teangan yang berarti saling mencari. Alkisah, dahulu kala dua insan manusia bernama Ki Santang jatuh cinta kepada Dewi Rengganis yang sangat cantik. Setelah berpisah sekian lama, mereka bertemu kembali di daerah yang kini disebut Batu Cinta.
Ketika berkunjung ke sana baru-baru ini, saya benar-benar takjub dengan pemandangan di sana. Saya tak menyangka Situ Patengan ternyata seindah itu — sebab tempat ini tidaklah seterkenal objek wisata lain di sekitar Bandung.
Untuk memasuki lokasi danau, Anda harus membayar tiket masuk Rp 6 ribu per orang dan Rp 11.500 per mobil. Tidak terlalu mahal bukan?
Dari gerbang tiket menuju lokasi danau, Anda akan melalui jalan yang membelah kebun teh. Pemandangannya sungguh luar biasa. Sebuah danau membentang di tengah hamparan kebun teh dan di tengah-tengah danau, terdapat sebuah pulau kecil.
Jika ingin mengunjungi Batu Cinta (tempat Ki Santang bertemu Dewi Rengganis), Anda dan rombongan bisa menggunakan perahu dayung dengan ongkos Rp 130 ribu pp — yang bisa ditawar hingga setengah harga.
Perjalanan ke lokasi Batu Cinta membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Di lokasi ini, Anda dapat mendaki bukit di belakangnya, memasuki kebun teh dan mengambil gambar di situ. Ada pula sebuah tempat yang lebih tinggi dari sekelilingnya, sehingga Anda bisa leluasa mengambil gambar sekeliling danau.
Waktu terbaik untuk datang ke Situ Patengan adalah pagi hari, saat langit masih berwarna biru bersih. Perpaduan biru langit dan hijau kebun teh menghasilkan pemandangan yang tak terlupakan.
Terletak di ketinggian sekitar 1600 m di atas permukaan laut, danau ini dikelilingi kebun teh Rancabali. Anda tidak hanya dapat menyaksikan danau yang tenang, tapi juga menikmati hijaunya kebun teh dengan topografi memesona.
Nama danau ini berasal dari kata pateang-teangan yang berarti saling mencari. Alkisah, dahulu kala dua insan manusia bernama Ki Santang jatuh cinta kepada Dewi Rengganis yang sangat cantik. Setelah berpisah sekian lama, mereka bertemu kembali di daerah yang kini disebut Batu Cinta.
Ketika berkunjung ke sana baru-baru ini, saya benar-benar takjub dengan pemandangan di sana. Saya tak menyangka Situ Patengan ternyata seindah itu — sebab tempat ini tidaklah seterkenal objek wisata lain di sekitar Bandung.
Untuk memasuki lokasi danau, Anda harus membayar tiket masuk Rp 6 ribu per orang dan Rp 11.500 per mobil. Tidak terlalu mahal bukan?
Dari gerbang tiket menuju lokasi danau, Anda akan melalui jalan yang membelah kebun teh. Pemandangannya sungguh luar biasa. Sebuah danau membentang di tengah hamparan kebun teh dan di tengah-tengah danau, terdapat sebuah pulau kecil.
Jika ingin mengunjungi Batu Cinta (tempat Ki Santang bertemu Dewi Rengganis), Anda dan rombongan bisa menggunakan perahu dayung dengan ongkos Rp 130 ribu pp — yang bisa ditawar hingga setengah harga.
Perjalanan ke lokasi Batu Cinta membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Di lokasi ini, Anda dapat mendaki bukit di belakangnya, memasuki kebun teh dan mengambil gambar di situ. Ada pula sebuah tempat yang lebih tinggi dari sekelilingnya, sehingga Anda bisa leluasa mengambil gambar sekeliling danau.
Waktu terbaik untuk datang ke Situ Patengan adalah pagi hari, saat langit masih berwarna biru bersih. Perpaduan biru langit dan hijau kebun teh menghasilkan pemandangan yang tak terlupakan.
Pulau Komodo
Pulau Komodo adalah sebuah pulau yang terletak di Kepulauan Nusa Tenggara. Pulau Komodo dikenal sebagai habitat asli hewan komodo. Pulau ini juga merupakan kawasan Taman Nasional Komodo yang dikelola oleh Pemerintah Pusat. Pulau Komodo berada di sebelah barat Pulau Sumbawa, yang dipisahkan oleh Selat Sape.
Secara administratif, pulau ini termasuk wilayah Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Pulau Komodo merupakan ujung paling barat Provinsi Nusa Tenggara Timur, berbatasan dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Di Pulau Komodo, hewan komodo hidup dan berkembang biak dengan baik. Hingga Agustus 2009, di pulau ini terdapat sekitar 1300 ekor komodo. Ditambah dengan pulau lain, seperti Pulau Rinca dan dan Gili Motang, jumlah mereka keseluruhan mencapai sekitar 2500 ekor. Ada pula sekitar 100 ekor komodo di Cagar Alam Wae Wuul di daratan Pulau Flores tapi tidak termasuk wilayah Taman Nasional Komodo.
Selain komodo, pulau ini juga menyimpan eksotisme flora yang beragam kayu sepang yang oleh warga sekitar digunakan sebagi obat dan bahan pewarna pakaian, pohon nitak ini atau sterculia oblongata di yakini berguna sebagai obat dan bijinya gurih dan enak seperti kacang polong.
Pada tahun 1910 orang Belanda menamai pulau di sisi selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur ini dengan julukan Pulau Komodo. Cerita ini berawal dari Letnan Steyn van Hens Broek yang mencoba membuktikan laporan pasukan Belanda tentang adanya hewan besar menyerupai naga di pulau tersebut. Steyn lantas membunuh seekor komodo tersebut dan membawa dokumentasinya ke Museum and Botanical Garden di Bogor untuk diteliti.

Tahun 2009, Taman Nasional Komodo dinobatkan menjadi finalis "New Seven Wonders of Nature" yang baru diumumkan pada tahun 2010 melalui voting secara online di www.N7W.com
Read more: http://www.wisatanesia.com/2010/06/pulau-komodo.html#ixzz1NdubdLhA
Secara administratif, pulau ini termasuk wilayah Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Pulau Komodo merupakan ujung paling barat Provinsi Nusa Tenggara Timur, berbatasan dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Di Pulau Komodo, hewan komodo hidup dan berkembang biak dengan baik. Hingga Agustus 2009, di pulau ini terdapat sekitar 1300 ekor komodo. Ditambah dengan pulau lain, seperti Pulau Rinca dan dan Gili Motang, jumlah mereka keseluruhan mencapai sekitar 2500 ekor. Ada pula sekitar 100 ekor komodo di Cagar Alam Wae Wuul di daratan Pulau Flores tapi tidak termasuk wilayah Taman Nasional Komodo.
Selain komodo, pulau ini juga menyimpan eksotisme flora yang beragam kayu sepang yang oleh warga sekitar digunakan sebagi obat dan bahan pewarna pakaian, pohon nitak ini atau sterculia oblongata di yakini berguna sebagai obat dan bijinya gurih dan enak seperti kacang polong.
Pada tahun 1910 orang Belanda menamai pulau di sisi selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur ini dengan julukan Pulau Komodo. Cerita ini berawal dari Letnan Steyn van Hens Broek yang mencoba membuktikan laporan pasukan Belanda tentang adanya hewan besar menyerupai naga di pulau tersebut. Steyn lantas membunuh seekor komodo tersebut dan membawa dokumentasinya ke Museum and Botanical Garden di Bogor untuk diteliti.

Tahun 2009, Taman Nasional Komodo dinobatkan menjadi finalis "New Seven Wonders of Nature" yang baru diumumkan pada tahun 2010 melalui voting secara online di www.N7W.com
Read more: http://www.wisatanesia.com/2010/06/pulau-komodo.html#ixzz1NdubdLhA
Taman Nasional Bunaken
Taman Laut Bunaken Berada di Kel. Bunaken Kecamatan Bunaken sekitar 7 mil dari Pelabuhan Manado yang dapat ditempuh selama 35 menit dari pusat kota dengan menggunakan kapal motor. Pada awalnya Bunaken adalah pulau karang (atol). Luas wilayahnya sekitar 887,5 hektare dengan kondisi morfologi sedikit bergelombang. Taman Nasional Bunaken merupakan salah satu Taman Laut terindah di dunia.
Sebagian besar wilayah pantainya terdiri dari hutan bakau dan pasir putih. Lautnya terdapat terumbu karang keras dan lembut, dinding karang yang terjal, dengan beraneka bentuk dan warna biota laut diantaranya terdapat ikan hiu, kura-kura, Mandarin Fish, kuda laut, ikan pari, dan yang terkenal adalah ikan purba Raja Laut (Coleacant) dan masih banyak lagi yang membentuk taman laut nan indah. Keindahan taman lautnya dapat dilihat pada lokasi-lokasi yang disebut dengan Lekuan 1, 2, dan 3, Fukui, Mandolin, Tanjung Paragi, Ron's Point, Sachiko Point, Pangalisang, Muka Kampung, dan Bunaken Timur.
Merupakan tempat wisata Laut dan wisata bahari dengan obyek kunjungan wisata, yaitu laut dan pantai. Kegiatan wisata yang dapat dilakukan, berupa menikmati taman laut dengan cara sigtseeing (berkeliling) naik perahu berkaca (katamaran), snorkeling (berenang memakai alat pernapasan), diving (menyelam), dan photografi underwater (foto bawah laut); serta berjemur badan dan tamasya pantai. Fasilitas yang disediakan di taman laut Bunaken, yaitu perahu berkaca, diving center, cottage (penginapan) rumah makan, pendopo, dan kios cenderamata.Wisata Indonesia Surga Dunia

Baturraden
Baturraden adalah sebuah obyek wisata menarik yang terletak di pinggang Gunung Slamet (+3.432m), sekitar 14 km sebelah utara Purwokerto, ibukota Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Gunung yang menjulang tinggi itu bisa dilihat dengan jelas dari rumah keluarga di sebuah dusun bernama Mersi, Purwokerto Wetan. Kunjungan terakhir saya ke Purwokerto memakan waktu sekitar 5 jam dengan kereta pagi dari Jakarta, atau 2-3 jam lebih cepat dibandingkan dengan mengendarai mobil. Biasanya lal pertama yang saya lakukan ketika tiba di Purwokerto adalah menikmati Soto Jalan Bank, di Jalan Bank, di jantung kota Purwokerto.
Adalah dalam perjalanan menuju Soto Jalan Bank, saya melihat papan nama Museum BRI di sudut Jl. Bank, dan karenanya saya pergi ke sana setelah menikmati lezatnya soto. Namun saat itu sudah lewat jam 11.30, hari Jumat, dan pintu museum telah ditutup, sehingga saya pun pergi ke Masjid Agung Purwokerto untuk Jumatan.
Masjid Agung Purwokerto, dengan latar depan seorang pria tengah melangkah di atas hamparan rumput hijau dekat sebuah tanda yang berbunyi “Dilarang berjalan di atas rumput”…
Saya pun naik taksi dari depan Alun-alun Purwokerto ke Baturraden dengan ongkos tetap Rp.25.000 sekali jalan, yang merupakan tarif resmi untuk pergi ke Baturraden. Ketika pulang ke Purwokerto saya naik angkot yang cukup nyaman dengan ongkos Rp.5.000.
Tiket masuk ke daerah Lokawisata Baturraden adalah Rp3,000 per orang. Ini merupakan kompleks wisata yang sangat luas dimana pengunjung bisa menikmati pemandangan indah lereng Gunung Slamet, bermain di kolam renang, air terjun, atau berjalan kaki ke sumber air panas di Pancuran-3 dan Pancuran-7, dan menyenangkan anak di area permainan.
Monumen, yang terletak beberapa meter dari gerbang pintu masuk, didirikan sebagai peringatan untuk mengenang para anggota Brigade XVII Tentara Pelajar Kompi Purwokerto yang gugur dalam pertempuran untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia, antara tahun 1940-1949.
Diorama yang menggambarkan legenda Raden Kamandaka, atau Lutung Kasarung, nama-nama samaran yang digunakan oleh Banyak Cotro selama pengembaraannya untuk mencari pasangan hidup, yang membawanya ke Kadipaten Pasir Luhur, sebuah daerah di abad 14 yang berada di sekitar Baturraden. Banyak Cotro adalah seorang pangeran, anak tertua dari permaisuri pertama Raja Siliwangi dari Kerajaan Pajajaran.
Ini merupakan sebuah legenda yang menggambarkan hubungan diantara pusat kekuasaan di Jawa Barat dan Jawa Tengah di masa silam dengan akhir bahagia, tidak sebagaimana dengan cerita tragis Perang Bubat yang membawa kejatuhan Mapatih Gajah Mada dari tampuk kekuasaan,
Tangga yang menuju ke kompleks makam yang dikeramatkan, terletak di dalam Lokawisata Baturraden. Tempat ini konon merupakan petilasan Gusti Kenconowungu dan Raden Kamandaka. Kenconowungu diduga adalah kerabat dekat keluarga Kesultanan Surakarta.
Pemandangan elok Lokawisata Baturraden, dengan jajaran hutan pinus di latar belakang, dan sungai Gumawang di bagian depan.
Tanda dekat Pancuran-3, yang merupakan sumber air panas terdekat di dalam kompleks, berjarak sekitar 500 dari gerbang pintu masuk. Jarak ke Pancuran-7 adalah sekitar 2,5 km yang juga bisa ditempuh dengan kendaraan roda empat melalui rute yang berbeda.
Telapak tangan yang dipahat di atas batu hitam bisa ditemui didekat Pancuran-3, yang konon merupakan tempat Mbah Tapak Angin, salah satu penunggu dan penjaga gaib Gunung Slamet.
Batu andesit raksasa banyak ditemui di Lokawisata Baturraden, yang menunjukkan kegiatan vulkanik di masa lalu yang berbahaya dari Gunung Slamet, salah satu gunung berapi yang paling aktif di Pulau Jawa.







