Kamis, 02 Juni 2011

Danau Kerinci


DANAU Kerinci memiliki luas 4.200 hektar dengan kedalaman 110 m dan terletak pada ketinggian 783 meter dpl. Danau ini menyimpan banyak jenis ikan. Ikan Semah merupakan jenis yang paling digemari dan merupakan ikan endemik. Danau Kerinci terletak pada dua Kecamatan yaitu Kecamatan Danau Kerinci dan Kecamatan Keliling Danau.

Terdapat beberapa lokasi yang menarik pada beberapa desa disekitar Danau Kerinci, yaitu Daerah Pesanggarahan dimana kita bisa melihat pemandangan Danau Kerinci dari atas, Tanjung Hatta adalah tempat Bung Hatta menikmati panorama Danau Kerinci dan menanam pohon disana, Desa Seleman terdapat Rumah Laheik yang merupakan rumah khas kerinci, dan di Desa Pulau Tengah terdapat Dolmen Batu Raja dan Masjid Keramat Pulau Tengah dan di sekitar danau Kerinci terdapat sejumlah batu berukir yang diduga peninggalan manusia megalit.
Pada tiap tahunnya, di Danau Kerinci diadakan Festval Danau Kerinci yang menampilkan berbagai macam atraksi seni masyarakat lokal.

Danau Kembar


Solok merupakan kabupaten yang kaya akan danau-danau indah. Tak kurang dari empat danau terdapat di sana, yaitu: Danau di Atas, Danau di Bawah, Danau Singkarak dan Danau Talang. Saya sungguh beruntung bisa mengunjungi beberapa di antaranya dan menikmati keasrian alamnya. 




Tujuan pertama saya  adalah Danau di Atas dan Danau di Bawah yang sering disebut juga sebagai Danau Kembar. Danau Kembar memang terdiri dari dua danau yang terpisah jarak sekitar 1 km. Meskipun dibilang kembar, keduanya sungguh berbeda baik dari luas, bentuk maupun ketinggiannya. Kita bisa melihat keduanya bersamaan bila sedang berada sangat tinggi, mungkin ketika sedang berada di atas helikopter.

Kami berangkat dari Kota Padang pada jam 10 pagi ketika cuaca masih cerah. Di Lubuk Aluih, kami mengambil jalan ke kanan untuk menuju arah Solok, kabupaten di mana kedua danau tersebut berada. Hutan pinus, perkebunan teh dan lembah berada di kiri kanan yang kami lewati dari kala itu. Hijau di mana-mana. 




Setelah sekitar 3 jam perjalanan, sampailah kami ke danau pertama, yaitu Danau di Atas. Untuk mengunjunginya,  kami harus membayar tiga ribu rupiah per orang kepada seorang pemuda. Ketika kami meminta tiket masuk, pemuda tersebut hanya berkata, "Danau ini sekarang diurus sama pemuda sini". Ini berarti kami tidak mendapat tiket. 

Danau di Atas adalah danau yang lebih besar dibanding satunya. Terdapat sebuah dramaga kayu kecil di sana. Sejumlah anak kecil tampak sedang bermain dan membantu bapak-bapak yang mencuci dan menjemur pakaian di sana. Tidak ada pengunjung lain selain grup kami kala itu. Sayang sekali, padahal tempat ini menyajikan pemandangan danau yang alami dengan air yang bening. Pohon-pohon pinus yang tumbuh di tepian membuatnya seakan dijaga pagar alami.

Cuaca mendung membuat kami tak bisa berlama-lama di sana. Kami beranjak menuju tujuan kedua, yaitu Danau di Bawah yang berjarak kira-kira 1 km di tempat yang terletak lebih tinggi. Uni Miya, pendamping kami, bercerita bahwa danau tersebut dinamakan Danau di Bawah karena, ketika melihatnya, danau tersebut terletak di bawah kita. 
Maksudnya, kita harus berjalan ke tempat yang lebih tinggi untuk melihat danau tersebut.
Setibanya di depan pintu masuk, seorang pemuda langsung mematok bea sebesar Rp.20.000,- untuk mobil kami yang berisi empat orang. Sempat ada tawar menawar, namun dia bersikukuh dengan permintaannya. 



Perjalanan panjang dan mendaki kami itu terbayar dengan pemandangan Danau di Bawah yang memang indah. Kontur Alahan Panjang yang berbukit-bukit, membuatnya seperti mangkok hijau raksasa. Terdapat sejumlah kebun sayur dan pesawahan di sekelilingnya. Tanah dan iklimnya yang sejuk membuatnya jadi tempat yang sesuai untuk berbagai bunga dan buah-buahan. 

Ya, Danau di Atas dan Danau di Bawah memang menyajikan pemandangan alam yang masih cantik dan apa adanya. Namun jangan berharap bisa menemui fasilitas wisata yang mewah di sini. Ketiadaan tiket masuk, bangunan cottage dan restoran yang tampak seperti rumah hantu, dan sampah yang tersebar di beberapa sudut cukup menjelaskan seperti apa pengelolaan wisata danau ini. 

Tertarik dengan wisata danau dan perbukitan? Saya yakin anda pun akan menyukai keindahan Danau Kembar ini. Cantiknya alam meninggalkan kesan yang menyenangkan. Seperti perasaan yang kami dapatkan dari sana. 

Lembah Harau


Lembah Harau yang terletak di propinsi Sumatera Barat ini merupakan jurang yang besar dengan diameter mencapai 400 m. Berjalan menuju Lembah Harau amat menyenangkan. Dengan udara yang masih segar, Anda bisa melihat keindahan alam sekitarnya. Tebing-tebing granit yang menjulang tinggi dengan bentuknya yang unik mengelilingi lembah. Tebing-tebing granit yang terjal ini mempunyai ketinggian 80 m hingga 300 m. Pokoknya, Dari mulai saat memasuki Lembah Harau ini kita akan menemukan banyak keindahan yang memukauu sepanjang jalan . Sangatlah cocok kalau sebagian pemanjat yang telah mengunjungi tempat ini memberi julukan Yosemite nya Indonesia. Tempat ini sudah lama menarik perhatian orang. Sebuah monumen peninggalan Belanda yang terletak di kaki air terjun Sarasah Bunta merupakan bukti bahwa Lembah Harau sudah sering dikunjungi orang sejak 1926.




Pada monumen itu tertera tanda tangan Asisten Residen Belanda di Lima Puluh Koto saat itu, F. Rinner, dan dua pejabat Indonesia,Tuanku Laras Datuk Kuning nan Hitam dan Datuk Kodoh nan Hitam. Keindahan masih bertebaran di dataran tingginya. Di sana Anda akan menemukan cagar alam dan suaka margasatwa Lembah Harau seluas 270,5 hektar. Tempat ini ditetapkan sebagai cagar alam sejak 10 Januari 1993. Di cagar alam dan suaka margasatwa Lembah Harauter terdapat berbagai spesies tanaman hutan hujan tropis dataran tinggi yang dilindungi, plus sejumlah binatang langka asli Sumatera. Monyet ekor panjang (Macaca fascirulatis) merupakan hewan yang acap terlihat di kawasan ini. Hewan ini jinak dan suka mondar-mandir dalam kerumunan pengunjung. Namun, Anda tetap perlu hati-hati. Karena ada juga monyet yang binal dan suka usil. Tak jarang mereka mengambil makanan atau barang-barang bawaan pengunjung, dan mencakar ketika didekati.


Binatang primata lainnya yang hidup di suaka margasatwa ini, seperti siamang (Hylobatessyndactylus) dan simpai (Presbytis melalopos). Suara mereka sering terdengar tapi jarang menampakkan diri. Fauna lain yang dilindungi di cagar alam ini juga termasuk harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrensis), beruang (Helarctos malayanus), tapir (Tapirus indicus), kambing hutan (Capriconis sumatrensis), dan landak (Proechidna bruijnii). Sebanyak 19 spesies burung, termasuk burung kuau (Argusianus argus) dan enggang (Anthrococeros sp), menjadi penghuni suaka margasatwa Lembah Harau yang dilindungi undang-undang. Kawasan ini juga dilengkapi dengan Taman Wisata Lembah Harau. Taman wisata yang luasnya 27,5 hektar ini ditetapkan sejak tahun 1979. 



Potensi taman wisata ini adalah empat buah air terjun, gua, celah alam, dan tebing terjal membentuk suatu pemandangan yang indah dan menakjubkan. Di sini, tersedia fasilitas rekreasi seperti kolam pemandian, tempat berkemah, dan jlan setapak untuk hiking keliling kawasan. Harga tanda masuk relatif murah. Di loket penjualan karcis, akan mendapatkan peta kawasan cagar alam dan suaka margasatwa Lembah Harau. Bila membutuhkan penunjuk jalan, kita juga bisa menggunakan jasa tenaga guide yang yang dibayar harian. Lembah Harau terletak di Kabupaten Lima Puluh Koto, sekitar 15 km dari Kotamadya Payakumbuh, atau 47 km timur laut kota Bukittinggi. Untuk akses ke sana, Bisa memulainya dari terminal Aur Kuning di Bukittinggi. Naik bus ke jurusan Payakumbuh, kemudian diteruskan dengan naik bus ke Sari Lama atau Lamaksari. Dari Sari Lama perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh 4 km (sekitar satu jam) menuju ke pintu masuk cagar alam. 

Rabu, 01 Juni 2011

Obyek Wisata Dieng



Kawasan wisata Dieng di Jawa Tengah yang menyimpan tidak kurang dari 21 objek wisata (ow) alam masih menjadi wisata andalan bagi daerah ini untuk menyedot wisatawan nusantara maupun asing.
Puluhan objek wisata itu memiliki aneka ragam “atraksi alam” baik berupa telaga, gua, sumber air panas, air terjun, dan yang lainnya, sampai saat ini masih menjadi wisata andalan bagi Provinsi Jawa Tengah umumnya, dan Kabupaten Wonosobo serta Banjarnegara khususnya, kata Drs. Markun Sriyanto, pegiat pariwisata di Wonosobo, Rabu.
“Objek wisata alam di kawasan Dieng memang terdapat di dua kabupaten yakni Wonosobo dan Banjarnegara,” katanya ketika dihubungi dari Semarang.

Menurut dia, objek wisata alam yang ada di Kabupaten Wonosobo ada sekitar 12 objek, meliputi telaga warna, telaga pengilon, gua Semar, gua sumur, gua jaran, batu tulis/batu Semar, kawah sikendang, telaga cebong, air terjun sikarim, air terjun seloka, Gunung Sikunir dan telaga menjer.
Sedangkan objek wisata alam kawasan Dieng yang masuk Kabupaten Banjarnegara tak kurang dari sembilan objek meliputi Curug Sirawe, Kawah Sikidang, Telaga Balekambang, Telaga Merdada, Telaga Dringo, Kawah Sileri, Kawah Candradimuka, Sumur Jalatunda dan Gua Jimat.
“Sampai saat ini semua objek wisata tersebut terus dikelola oleh masing-masing pemkab tersebut dengan baik, bahkan Dinas Pariwisata Jateng juga aktif memasarkan objek wisata yang ada di daerah ini,” katanya.
Karena itu tidak mengherankan jika Objek Wisata Dieng sampai sekarang terus diminati baik oleh wisatawan nusantara maupun asing, katanya.
Menurut dia, selain objek wisata alam, kawasan Dieng juga memiliki atraksi budaya berupa hasil olah budi manusia, misalnya seni pertunjukan tari Angguk, dan tradisi cukur rambut gembel serta beraneka ragam seni kerajinan.
Sedangkan peninggalan bersejarah meliputi kelompok Candi Arjuna, Candi Dwarawati, Candi Gatotkaca, Candi Bima, watu kelir, tuk Bimolukar dan Ondho Buddho.

Selasa, 31 Mei 2011

Pantai Parang Tritis


Pantai Parangtritis terletak 27 km selatan Kota Jogja dan mudah dicapai dengan transportasi umum yang beroperasi hingga pk 17.00 maupun kendaraan pribadi. Sore menjelang matahari terbenam adalah saat terbaik untuk mengunjungi pantai paling terkenal di Yogyakarta ini. Namun bila Anda tiba lebih cepat, tak ada salahnya untuk naik ke Tebing Gembirawati di belakang pantai ini. Dari sana kita bisa melihat seluruh area Pantai Parangtritis, laut selatan, hingga ke batas cakrawala.
Pssst, YogYES akan memberitahu sebuah rahasia. Belum banyak orang tahu bahwa di sebelah timur tebing ini tersembunyi sebuah reruntuhan candi. Berbeda dengan candi lainnya yang terletak di daerah pegunungan, Candi Gembirawati hanya beberapa ratus meter dari bibir Pantai Parangtritis. Untuk menuju candi ini, kita bisa melewati jalan menanjak dekat Hotel Queen of the South lalu masuk ke jalan setapak ke arah barat sekitar 100 meter. Sayup-sayup gemuruh ombak laut selatan yang ganas bisa terdengar dari candi ini.
Pantai Parangtritis sangat lekat dengan legenda Ratu Kidul. Banyak orang Jawa percaya bahwa Pantai Parangtritis adalah gerbang kerajaan gaib Ratu Kidul yang menguasai laut selatan. Hotel Queen of the South adalah sebuah resortmewah yang diberi nama sesuai legenda ini. Sayangnya resort ini sekarang sudah jarang buka padahal dulu memiliki pemandangan yang sanggup membuat kita menahan nafas.

Sunset yang Romantis di Parangtritis

Ketika matahari sudah condong ke barat dan cuaca cerah, tibalah saatnya untuk bersenang-senang. Meskipun pengunjung dilarang berenang, Pantai Parangtritis tidak kekurangan sarana untuk having fun. Di pinggir pantai ada persewaan ATV (All-terrain Vechile), tarifnya sekitar Rp. 50.000 - 100.000 per setengah jam. Masukkan persneling-nya lalu lepas kopling sambil menarik gas.Brrrrooom, motor segala medan beroda 4 ini akan melesat membawa Anda melintasi gundukan pasir pantai.
Baiklah, ATV mungkin hanya cocok untuk mereka yang berjiwa petualang. Pilihan lain adalah bendi. Menyusuri permukaan pasir yang mulus disapu ombak dengan kereta kuda beroda 2 ini tak kalah menyenangkan. Bendi akan membawa kita ke ujung timur Pantai Parangtritis tempat gugusan karang begitu indah sehingga sering dijadikan spot pemotretan foto pre-wedding. Senja yang remang-remang dan bayangan matahari berwarna keemasan di permukaan air semakin membangkitkan suasana romantis.
Pantai Parangtritis juga menawarkan kegembiraan bagi mereka yang berwisata bersama keluarga. Bermain layang-layang bersama si kecil juga tak kalah menyenangkan. Angin laut yang kencang sangat membantu membuat layang-layang terbang tinggi, bahkan bila Anda belum pernah bermain layang-layang sekalipun.
Masih enggan untuk pulang walau matahari sudah terbenam? Tak lama lagi beberapa penjual jagung bakar akan menggelar tikar di pinggir pantai, kita bisanongkrong di sana hingga larut malam. Masih juga belum mau pulang? Jangan khawatir, di Pantai Parangtritis tersedia puluhan losmen dan penginapan dengan harga yang terjangkau.

Tempat Wisata Candi di Yogyakarta

Berikut tempat-tempat Wisata Candi yang wajib kalian kunjungi di Yogyakarta.




Borobudur, Candi Budha Terbesar di Abad ke-9



 Candi Prambanan, Candi Hindu tercantik di Dunia

Candi Ijo, Candi yang Letaknya Tertinggi di Yogyakarta




Istana Ratu Boko, Kemegahan Penuh Kedamaian 



21 Tahun Merangkai "Puzzle" Candi Sambisari



Candi Plaosan, Candi Kembar di Yogyakarta



Candi Tara, Peninggalan Budha Tertua di Yogyakarta




Membaca Pesan dari Nirwana di Candi Gampingan




Mengungkap Teka-Teki Bendungan Kuno di Sekitar Candi Kedulan



Candi Mendut



Candi Pawon


Senin, 30 Mei 2011

Danau Toba



Gunung Toba adalah super volcano yaitu gunung aktif dalam kategori sangat besar, meletus terakhir sekitar 74.000 tahun lalu yang kini hanyalah sebuah danau yaitu Danau Toba, Sumatra Utara, Indonesia yang merupakan bekas kaldera terbesar di dunia.

Bukti Ilmiah

Pada tahun 1939, geolog Belanda Van Bemmelen melaporkan, Danau Toba, yang panjangnya 100 kilometer dan lebarnya 30 kilometer, dikelilingi oleh batu apung peninggalan dari letusan gunung. Karena itu, Van Bemmelen menyimpulkan, Toba adalah sebuah gunung berapi. Belakangan, beberapa
menyimpulkan, Toba adalah sebuah gunung berapi. Belakangan, beberapa peneliti lain menemukan debu rhyolit yang seusia dengan batuan Toba di Malaysia, bahkan juga sejauh 3.000 kilometer ke utara hingga India Tengah.

Beberapa ahli kelautan pun melaporkan telah menemukan jejak-jejak batuan Toba di Samudra Hindia dan Teluk Bengal. Para peneliti awal, Van Bemmelen juga Aldiss & Ghazali (1984) telah menduga Toba tercipta lewat sebuah letusan maha dahsyat. Namun peneliti lain, Vestappen (1961), Yokoyama dan Hehanusa (1981), serta Nishimura (1984), menduga kaldera itu tercipta lewat beberapa kali letusan. Peneliti lebih baru, Knight dan sejawatnya (1986) serta Chesner dan Rose (1991), memberikan perkiraan lebih detail: kaldera Toba tercipta lewat tiga letusan raksasa.

Penelitian seputar Toba belum berakhir hingga kini. Jadi, masih banyak misteri di balik raksasa yang sedang tidur itu. Salah satu peneliti Toba angkatan terbaru itu adalah Fauzi dari Indonesia, seismolog pada Badan Meteorologi dan Geofisika. Sarjana fisika dari Universitas Indonesia lulusan 1985 ini berhasil meraih PhD dari Renssealer Polytechnic Institute, New York, pada 1998, untuk penelitiannya mengenai Toba.

Berada di tiga lempeng tektonik
Letak Gunung Toba (kini: Danau Toba), di Indonesia memang rawan bencana. Hal ini terkait dengan posisi Indonesia yang terletak di pertemuan tiga lempeng tektonik, yakni Aurasia, Indo-Australia dan Lempeng Pasifik. Sebanyak 80% dari wilayah Indonesia, terletak di lempeng Aurasia, yang meliputi Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Banda.

Lempeng benua ini hidup, setiap tahunnya mereka bergeser atau menumbuk lempeng lainnya dengan jarak tertentu. Lempeng Aurasia yang merupakan lempeng benua selalu jadi sasaran. Lempeng Indo-Australia misalnya menumbuk lempeng Aurasia sejauh 7 cm per tahun. Atau Lempeng Pasifik yang bergeser secara relatif terhadap lempeng Aurasia sejauh 11 cm per tahun. Dari pergeseran itu, muncullah rangkaian gunung, termasuk gunung berapi Toba Jika ada tumbukan, lempeng lautan yang mengandung lapisan sedimen menyusup di bawahnya lempeng benua. Proses ini lantas dinamakan subduksi atau penyusupan.

Gunung hasil subduksi, salah satunya Gunung Toba. Meski sekarang tak lagi berbentuk gunung, sisa-sisa kedasahyatan letusannya masih tampak hingga saat ini. Danau Toba merupakan kaldera yang terbentuk akibat meletusnya Gunung Toba sekitar tiga kali yang pertama 840 juta tahun lalu dan yang terakhir 74.000 tahun lalu. Bagian yang terlempar akibat letusan itu mencapai luas 100 km x 30 km persegi. Daerah yang tersisa kemudian membentuk kaldera. Di tengahnya kemudian muncul Pulau Samosir.

Letusan
Sebelumnya Gunung Toba pernah meletus tiga kali.

Letusan pertama terjadi sekitar 840 juta tahun lalu. Letusan ini menghasilkan kaldera di selatan Danau Toba, meliputi daerah Prapat dan Porsea.
Letusan kedua yang memiliki kekuatan lebih kecil, terjadi 500 juta tahun lalu. Letusan ini membentuk kaldera di utara Danau Toba. Tepatnya di daerah antara Silalahi dengan Haranggaol. Dari dua letusan ini, letusan ketigalah yang paling dashyat.
Letusan ketiga 74.000 tahun lalu menghasilkan kaldera, dan menjadi Danau Toba sekarang dengan Pulau Samosir di tengahnya.
Gunung Toba ini tergolong Supervolcano. Hal ini dikarenakan Gunung Toba memiliki kantong magma yang besar yang jika meletus kalderanya besar sekali. Volcano kalderanya ratusan meter, sedangkan Supervolacano itu puluhan kilometer.

Yang menarik adalah terjadinya anomali gravitasi di Toba. Menurut hukum gravitasi, antara satu tempat dengan lainnya akan memiliki gaya tarik bumi sama bila mempunyai massa, ketinggian dan kerelatifan yang sama. Jika ada materi yang lain berada di situ dengan massa berbeda, maka gaya tariknya berbeda. Bayangkan gunung meletus. Banyak materi yang keluar, artinya kehilangan massa dan gaya tariknya berkurang. Lalu yang terjadi up-lifting (pengangkatan). Inilah yang menyebabkan munculnya Pulau Samosir.

Magma yang di bawah itu terus mendesak ke atas, pelan-pelan. Dia sudah tidak punya daya untuk meletus. Gerakan ini berusaha untuk menyesuaikan ke normal gravitasi. Ini terjadi dalam kurun waktu ribuan tahun. Hanya Samosir yang terangkat karena daerah itu yang terlemah. Sementara daerah lainnya merupakan dinding kaldera.
 
Copyright (c) 2010 Tempat Wisata Asik. Design by WPThemes Expert

Themes By Buy My Themes, Gifts for GirlFriend And Skull Belt Buckles.